Violet
of Math
Rabu, 17 Februari 2016/ 8 Jumadil Awal 1437 H
___________________________________________________________________________________
Sebagian orang merasa
dirugikan ketika hujan. Memang benar, tidak semua yang terjadi di sekitar kita,
sesuai dengan yang kita harapkan. Terkadang kita berharap langit cerah, namun
Allah turunkan hujan. Dan sebaliknya. Namun apakah kehendak Allah harus
bergantung kepada kehendak kita?
Jangan sampai
ketidaknyamanan ini, menyebabkan Anda menjadi murka dan marah dengan takdir
Allah. Terlebih, JAGA LISAN baik-baik, jangan sampai mengeluarkan kata CELAAN
terhadap hujan yang Allah turunkan.
Terkadang kita tidak sadar,
ucapan kita bisa menjadi sebab diri kita tergelincir ke dalam neraka.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Sesungguhnya ada seorang
hamba berbicara dengan suatu perkataan yang mengundang ridha Allah, yang tidak
sempat dia pikirkan, namun Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya
itu. Sebaliknya, ada hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang membuat
Allah murka dan tidak pernah dia pikirkan bahayanya, lalu dia dilemparkan ke
dalam jahannam.” (HR. Ahmad 8635, Bukhari 6478, dan yang lainnya).
MENCELA HUJAN = MENCELA
DZAT YANG MEMBERI HUJAN .
Protes seorang hamba ketika
Allah menetapkan taqdir, sejatinya dia protes kepada Allah. Dalam hadis qudsi,
Allah ta’ala melarang kita mencela keadaan yang Dia ciptakan.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, bahwa Allah Ta’ala berfirman,
“Manusia menyakiti Aku; dia
mencaci maki masa (waktu), padahal Akulah adalah pemilik masa, Aku-lah yang
mengatur malam dan siang.” (HR. Bukhari 4826, Muslim 6000, dan yang lainnya).
Dalil di atas berbicara
tentang hukum mencela waktu. Kasus mencela hujan, tidak berbeda dengan mencela
waktu.
Para ulama memberikan
rincian hukum untuk kasus mencela waktu, hujan atau semacamnya.
1. Hanya sebatas
memberitakan. Misalnya, seseorang mengatakan: ‘Sepatu saya rusak karena
kehujanan.’ ‘Motor saya macet karena kehujanan.’
2. Mencela hujan dengan
maksud mencela ketetapan dan takdir Allah. Misalnya mengatakan, ‘Ini hujan,
ngapain turun. Bikin tambah macet aja.’ ‘Sebel, hujan terus. Pagi-pagi sudah
hujan.’
Celaan semacam ini termasuk
perbuatan dosa.
Sumber: Line Official
Account Cinta Islam
#Muhasabahdiri
#Yuktaubat
#Yukhijrah
#Yukjadilebihbaik
#Belumterlambat'tukperbaikidiri
#Areyoureadytobebetter?
___________________________________________________________________________________
Division
of Syiar Hiroshima
Himpunan Rohis Mahasiswa Matematika IPB
Yuk follow us ^^
Limit x = ❤
you->us
x :
Instagram = @hiroshima_ipb
Line =
@rus3376w
Blog = hiroshimaipb.blogspot.com








Tidak ada komentar:
Posting Komentar