Violet
of Math
Senin, 15 Februari 2016 / 6
Jumadil Awal 1437 H
___________________________________________________________________________________
"Pada hari ini Kami
tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi
kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (QS.
Yasin: 65)
Pengadilan Tuhan tidak bisa
dimanipulasi dan disogok. Pengadilan Mahsyar tak akan bisa diintervensi dengan
kekuasaan apa pun. Dalam pengadilan itu, dipertontonkan dengan sangat detail
tentang segala perbuatan baik dan buruk yang sudah kita kerjakan. Bayangkan,
seluruh manusia dikumpulkan dalam satu tempat dan di depannya dipersaksikan
seluruh perjalanan hidup masing-masing kita dengan sangat detail. Seluruh aib
yang selama ini kita tutupi tiba-tiba terbongkar tanpa tedeng aling-aling.
Seluruh ke-jaim-an kita pada hari itu tiada gunanya. Karena Allah
mempertontonkan di hadapan seluruh manusia tentang siapa dan bagaimana kita
sebenarnya.
Sahabatku, kini, kita masih
diberikan kesempatan untuk memilih. Kini, kita masih dipercayai oleh Tuhan
untuk memperbaiki diri. Memilih menjadi golongan manusia yang malang, menyesal,
dan meratapi hidupnya di dunia, atau justru menjadi golongan manusia yang puas
dengan kebaikan yang sudah dikerjakan saat hidup. Kita masih punya kesempatan
untuk memilih, menjadi orang yang hanya dipuja oleh sesama namun dimurka oleh
Tuhan, atau menjadi orang yang di mata manusia terhormat, dalam pandangan Allah
berlimpah rahmat?
Hari ini, sebelum beranjak
tidur di malam, sejenak tanyakan pada diri :
• Andaikan ini tidur
terakhirku, sudah siapkah aku menghadap Tuhan dengan diri saat ini?
• Andaikan ini hari
terakhirku, dosa apa yang sangat ingin aku mintakan ampun pada-Nya?
• Andaikan ini hari
terakhirku, amalan apa yang aku yakin sanggup menyelamatkanku di alam Barzah?
• Andaikan ini hari
terakhirku, karakter apa dalam diriku yang membuat Tuhan mencurahkan rahmat-Nya
padaku?
Mari pejamkan mata sejenak,
merenungkannya dalam-dalam. Lalu beristirahatlah. Semoga esok Tuhan masih
berkenan memberi kita tambahan umur untuk memperbaiki diri. Jantung yang terus
berdetak adalah nasihat bahwa perjalanan menuju kubur tak kenal libur. Sekolah,
kuliah, kerja boleh saja libur, tapi tetaplah ingat bahwa usia kita tak pernah
libur. Di saat hari libur, hindari bermalas diri. Tetaplah produktif dalam
berkarya dan beribadah. Lalu kapan istirahatnya? Percayalah, tempat istirahat
terbaik adalah surga.
Resource book : Tuhan,
Maaf, Kami Sedang Sibuk
Author : Ahmad Rifa'i
Rif'an
#Muhasabahdiri
#Yuktaubat
#Yukhijrah
#Yukjadilebihbaik
#Belumterlambat'tukperbaikidiri
#Areyoureadytobebetter?
___________________________________________________________________________________
Division of Syiar
Hiroshima
Himpunan Rohis Mahasiswa
Matematika IPB
Yuk follow us ^^
Limit x = ❤
you->us
x :
Instagram =
@hiroshima_ipb
Line = @rus3376w
Blog =
hiroshimaipb.blogspot.com








Tidak ada komentar:
Posting Komentar