Rabu, 17 Februari 2016

Pengadilan Tuhan



Violet of Math
Senin, 15 Februari 2016 / 6 Jumadil Awal 1437 H
___________________________________________________________________________________

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (QS. Yasin: 65)

Pengadilan Tuhan tidak bisa dimanipulasi dan disogok. Pengadilan Mahsyar tak akan bisa diintervensi dengan kekuasaan apa pun. Dalam pengadilan itu, dipertontonkan dengan sangat detail tentang segala perbuatan baik dan buruk yang sudah kita kerjakan. Bayangkan, seluruh manusia dikumpulkan dalam satu tempat dan di depannya dipersaksikan seluruh perjalanan hidup masing-masing kita dengan sangat detail. Seluruh aib yang selama ini kita tutupi tiba-tiba terbongkar tanpa tedeng aling-aling. Seluruh ke-jaim-an kita pada hari itu tiada gunanya. Karena Allah mempertontonkan di hadapan seluruh manusia tentang siapa dan bagaimana kita sebenarnya.

Sahabatku, kini, kita masih diberikan kesempatan untuk memilih. Kini, kita masih dipercayai oleh Tuhan untuk memperbaiki diri. Memilih menjadi golongan manusia yang malang, menyesal, dan meratapi hidupnya di dunia, atau justru menjadi golongan manusia yang puas dengan kebaikan yang sudah dikerjakan saat hidup. Kita masih punya kesempatan untuk memilih, menjadi orang yang hanya dipuja oleh sesama namun dimurka oleh Tuhan, atau menjadi orang yang di mata manusia terhormat, dalam pandangan Allah berlimpah rahmat?

Hari ini, sebelum beranjak tidur di malam, sejenak tanyakan pada diri :
• Andaikan ini tidur terakhirku, sudah siapkah aku menghadap Tuhan dengan diri saat ini?
• Andaikan ini hari terakhirku, dosa apa yang sangat ingin aku mintakan ampun pada-Nya?
• Andaikan ini hari terakhirku, amalan apa yang aku yakin sanggup menyelamatkanku di alam Barzah?
• Andaikan ini hari terakhirku, karakter apa dalam diriku yang membuat Tuhan mencurahkan rahmat-Nya padaku?

Mari pejamkan mata sejenak, merenungkannya dalam-dalam. Lalu beristirahatlah. Semoga esok Tuhan masih berkenan memberi kita tambahan umur untuk memperbaiki diri. Jantung yang terus berdetak adalah nasihat bahwa perjalanan menuju kubur tak kenal libur. Sekolah, kuliah, kerja boleh saja libur, tapi tetaplah ingat bahwa usia kita tak pernah libur. Di saat hari libur, hindari bermalas diri. Tetaplah produktif dalam berkarya dan beribadah. Lalu kapan istirahatnya? Percayalah, tempat istirahat terbaik adalah surga.

Resource book : Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk
Author : Ahmad Rifa'i Rif'an

#Muhasabahdiri
#Yuktaubat
#Yukhijrah
#Yukjadilebihbaik
#Belumterlambat'tukperbaikidiri
#Areyoureadytobebetter?

___________________________________________________________________________________
Division of Syiar Hiroshima
Himpunan Rohis Mahasiswa Matematika IPB

Yuk follow us ^^
Limit  x = ❤
you->us
x :
Instagram = @hiroshima_ipb
Line = @rus3376w
Blog = hiroshimaipb.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar