Kamis, 11 Februari 2016

Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk

Violet of Math
Senin, 8 Februari 2016 / 29 Rabiul Akhir 1437H
_______________________________________________________________________________

"Tuhan, maaf, kami orang-orang sibuk. Kami memang takut neraka, tetapi kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari neraka-Mu. Kami memang berharap surga, tapi kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju surga-Mu."

Tak sadar di hadapan Tuhan seolah-olah kita adalah orang tersibuk, padahal seluruh waktu, seluruh jatah usia, bahkan hidup kita seharusnya kita persembahkan dalam pengabdian kepada-Nya. "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Kita sudah sedemikian berani berbohong kepada Allah. Di setiap iftitah begitu mudah kita ucap, "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku, hanya untuk Allah, Tuhan sekalian alam", tetapi kelakuan kita justru mengingkarinya.

Tuhan kita Mahaadil, tetapi mengapa kita tak adil kepada-Nya? Ketika ada sms masuk, kita begitu bergegas membaca dan membalasnya, tetapi mengapa ketika Tuhan memanggil-manggil untuk menghadap-Nya kita begitu berani menunda-nundanya?

Betapa kecilnya harga uang ketika kita sedang berhadapan dengan penjual baju. Betapa murahnya angka satu juta ketika kita sedang shopping. Betapa kecilnya angka seratus ribu ketika kita belikan pulsa. Tetapi ketika ada kotak amal berjalan, ketika ada pengemis mengiba pinta, ketika ada anak kecil dengan wajah kusam mengamen dan menadahkan tangannya yang masih suci, berapa jumlah uang yang kita ambil dari dompet? Betapa besarnya nilai uang seratus ribu apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan, tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke mall untuk dibelanjakan.

Betapa lamanya lima belas menit jika kita gunakan untuk menyembah Allah, tetapi betapa singkatnya jika digunakan untuk menonton film.

Saudaraku, berapa waktu pagi yang kita habiskan untuk membaca koran? Kemudian bandingkan berapa waktu yang kau habiskan untuk membaca Surat Cinta dari Tuhan. Betapa sulit menyempatkan waktu untuk membaca satu halaman Kitab Suci, tapi betapa mudahnya membaca ratusan halaman novel.

Betapa semangatnya kita duduk di barisan paling depan ketika menonton pertandingan atau konser musik, tetapi ketika shalat berjamaah mengapa kita lebih memilih shaf terbelakang?

Setiap orang begitu takut ketika diancam neraka, tetapi kelakuan-kelakuan mereka seolah-olah sedang memohon untuk dimasukkan ke neraka secepatnya. Betapa setiap orang ingin menginjakkan kaki di pelataran surga, tetapi kelakuan-kelakuannya justru menjauhkannya.

"Semua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan memasukinya. Siapa yang menaatiku akan memasuki surga, dan siapa yang mendurhakaiku, maka dialah orang yang enggan masuk surga." (HR. Bukhari)

Resource book : Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk
Author : Ahmad Rifa'i Rif'an

#Muhasabahdiri
#Yukperbanyakistighfar
#Belumterlambat'tukperbaikidiri
#Semestergenapdidepanmata
#Areyoureadytobebetter?
#Prepareourselves
#Seeyouonthetop

_______________________________________________________________________________
Division of Syiar Hiroshima
Himpunan Rohis Mahasiswa Matematika IPB

Yuk follow us ^^
Limit x = ❤
you->us
x :
Instagram = @hiroshima_ipb
Line = @rus3376w
Blog = hiroshimaipb.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar