Violet
of Math
Senin, 8 Februari 2016 / 29
Rabiul Akhir 1437H
_______________________________________________________________________________
"Tuhan, maaf, kami
orang-orang sibuk. Kami memang takut neraka, tetapi kami kesulitan mencari
waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari neraka-Mu. Kami
memang berharap surga, tapi kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal
menuju surga-Mu."
Tak sadar di hadapan Tuhan
seolah-olah kita adalah orang tersibuk, padahal seluruh waktu, seluruh jatah
usia, bahkan hidup kita seharusnya kita persembahkan dalam pengabdian
kepada-Nya. "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Kita sudah sedemikian
berani berbohong kepada Allah. Di setiap iftitah begitu mudah kita ucap,
"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku, hanya untuk Allah,
Tuhan sekalian alam", tetapi kelakuan kita justru mengingkarinya.
Tuhan kita Mahaadil, tetapi
mengapa kita tak adil kepada-Nya? Ketika ada sms masuk, kita begitu bergegas
membaca dan membalasnya, tetapi mengapa ketika Tuhan memanggil-manggil untuk
menghadap-Nya kita begitu berani menunda-nundanya?
Betapa kecilnya harga uang
ketika kita sedang berhadapan dengan penjual baju. Betapa murahnya angka satu
juta ketika kita sedang shopping. Betapa kecilnya angka seratus ribu ketika
kita belikan pulsa. Tetapi ketika ada kotak amal berjalan, ketika ada pengemis
mengiba pinta, ketika ada anak kecil dengan wajah kusam mengamen dan menadahkan
tangannya yang masih suci, berapa jumlah uang yang kita ambil dari dompet?
Betapa besarnya nilai uang seratus ribu apabila dibawa ke masjid untuk
disumbangkan, tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke mall untuk dibelanjakan.
Betapa lamanya lima belas
menit jika kita gunakan untuk menyembah Allah, tetapi betapa singkatnya jika
digunakan untuk menonton film.
Saudaraku, berapa waktu
pagi yang kita habiskan untuk membaca koran? Kemudian bandingkan berapa waktu
yang kau habiskan untuk membaca Surat Cinta dari Tuhan. Betapa sulit
menyempatkan waktu untuk membaca satu halaman Kitab Suci, tapi betapa mudahnya
membaca ratusan halaman novel.
Betapa semangatnya kita
duduk di barisan paling depan ketika menonton pertandingan atau konser musik,
tetapi ketika shalat berjamaah mengapa kita lebih memilih shaf terbelakang?
Setiap orang begitu takut
ketika diancam neraka, tetapi kelakuan-kelakuan mereka seolah-olah sedang
memohon untuk dimasukkan ke neraka secepatnya. Betapa setiap orang ingin
menginjakkan kaki di pelataran surga, tetapi kelakuan-kelakuannya justru
menjauhkannya.
"Semua umatku akan
masuk surga kecuali yang enggan memasukinya. Siapa yang menaatiku akan memasuki
surga, dan siapa yang mendurhakaiku, maka dialah orang yang enggan masuk
surga." (HR. Bukhari)
Resource book : Tuhan,
Maaf, Kami Sedang Sibuk
Author : Ahmad Rifa'i
Rif'an
#Muhasabahdiri
#Yukperbanyakistighfar
#Belumterlambat'tukperbaikidiri
#Semestergenapdidepanmata
#Areyoureadytobebetter?
#Prepareourselves
#Seeyouonthetop
_______________________________________________________________________________
Division of Syiar
Hiroshima
Himpunan Rohis Mahasiswa
Matematika IPB
Yuk follow us ^^
Limit x = ❤
you->us
x :
Instagram =
@hiroshima_ipb
Line = @rus3376w
Blog =
hiroshimaipb.blogspot.com








Tidak ada komentar:
Posting Komentar